Wah,,udah lama gak posting di blog yang sudah mulai terlantar ini. Gak tau knapa,,padahal sedang waktunya liburan, yang seharusnya jadi lebih sering posting, malah gak posting sama sekali. Mungkin gara2 keasyikan maen2, facebookan, ktemu ama keluarga di Lampung, dapet job nge survei gedung SD di pedalaman Sumatra, mampir ke Bandung 3 hari dll.
Nah,,untuk kali ini ak mau berbagi pengalaman liburan buat semuanya. Terutama buat kalian yg gk suka ataw jarang liburan ke pantai n daerah pesisir. Gak tau kenapa, beach always be my favourite destination on my vacation list. Setiap kali datang ke pantai, hati ini rasanya damaaii banget. Tenang ngerasain tiupan angin pantai, berkecipak ria bermain riak-riak gelombang air, melihat romantisnya dunia saat matahari yang bersiap-siap tidur dan yang gk akan ak lewatkan, waktu ngeliat langit di pantai. Langit terlihat seperti tak terbatas dan tak bertepi. Itu ngingetin kita akan kebesaran Tuhan YME yang menciptakan dunia yang indah ini.
Berangkat bersama 2 orang temanku sewaktu SMA, Johan dan Dinar. Meraka teman dekatku waktu SMA. Sayang banget gk bisa rame2 brangkat ama teman2 yang laen, coz mereka masih ada keperluan di kota tempat mereka kuliah. Kali ini Dinar membawa adek kecilnya yang imut, (imut bgt, gk kaya kakaknya…ho2…) Tia namanya. Kita berangkat sore hari,,biar bisa ngelihat sunset nantinya. PAI (Pantai Alam Indah) merupakan satu2 nya pantai di kota Tegal yang lumayan dekat. Sebenarnya banyak juga pantai yang lebih bagus, tapi jauh banget. Read the rest of this entry »














World Ocean Conference (WOC) yang akan berlangsung di Manado, Indonesia pada tanggal 11-15 Mei nanti akan menjadi kesempatan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas untuk mengajukan usulan Clean Development Mechanism (CDM) juga diaplikasikan pada penyimpanan carbon di laut. Seperti yang kita tahu, laut dapat menyerap carbon sekitar lebih dari lima puluh kali dibandingkan atmosfer. Sedangkan CDM sendiri merupakan salah satu mekanisme dari Kyoto protokol mengenai perubahan iklim yang membolehkan negara berkembang termasuk Indonesia untuk membuat project yang bertujuan untuk mengurangi emisi carbon. Pada akhirnya melalui binding mechanism, disetujui untuk negara berkembang mendapat incentive dari total jumlah carbon yang telah dikurangi berdasarkan CDM projects. Sekitar 1 ton carbon berharga US$10.











