iseng ikutan sidang LMB

1 03 2009

Tulisan ini ditulis ketika ak baru saja selesai mengikuti sidang II LMB. LMB itu merupakan kepanjangan dari Lembaga Minat Bakat. Jadi merupakan lembaga yang menaungi UK (unit kegiatan) mahasiswa. Ak sendiri bersama mas adam, mewakili UK bahasa asing (IFLS). Sebenarnya, agak malas juga ikutan acara rapat kaya gini, karena selain ak yang masih baru, banyak juga agenda lain yang harus dijalankan (seperti tidur siang🙂 heee..) Tapi demi menambah pengalaman, dan menghindari SP, surat peringatan ke 2 (coz dlu udah dapet SP 1 gara2 gk datang sidang).

Ada 2 agenda yang menarik sewaktu sidang berlangsung. Yaitu ketika membicarakan ruang sekretariat UK, dan masalah ‘pengambilalihan lahan’ UK oleh HMJ/BEM.

Ruang sekretariat UK merupakan sesuatu yang urgent dari UK itu sendiri. Karena itu merupakan tempat administrasi, aktivitas, pertemuan rutin dan tempat ngumpul warga UK sendiri. Karena ak masih mahasiswa baru, agak surprise juga ngedenger ada UK yang belum dapet ruang sekretariat. Padahal UK itu udah lumayan lama berdiri dan pastinya udah mapan dalam organisasi struktur kepengurusanya. Setahuku, ruang untuk sekretariat UK ada di SCC (student comercialition center). Maaf, klo ak sedikit plesetin namanya. Habisnya, gimana gak komersil, lha masak di student center ada cabang Bank? Trus ada cafe juga (yang ak lihat gk berjalan efektif, coz gk da yang jualan & beli). Terus, banyak juga UK yang sudah punya ruangan di SCC tadi kurang bisa memanfaatkan ruanganya. Soalnya, kebanyakan aktifitas kemahasiswaan dimulai jam 3/ 4 sore setelah kuliah. Sedangkan jam 5 sore, SCC udah harus ditutup. Terus di hari sabtu-minggu, hanya buka sampe jam 12. Klo kaya gitu, percuma ja punya ruang sekretariat, paling cuma buat tempat arsip aja. (what a shame..). Fortunately, UK yang ak ikutin ruanganya di UPT bahasa. Jadi selain buka setiap saat (ya gak 24 jam kaya pom bensin), ada fasilitas yang mendukung kegiatan UK itu sendiri.

Topik yang menarik selanjutnya adalah, maraknya bagian kegiatan yang masih berbau UK, diselenggarakan oleh HMJ, BEM atau ormawa yang lain. Disini bukanya dari pihak LMB sendiri melarang kegiatan tersebut, tetapi sudah seharusnya pihak HMJ/BEM yang mengadakan kegiatan sejenis dengan UK, dimana kegiatan tersebut setingkat Institut dan diatasanya, untuk ikut membahas, konsultasi acara tersebut dengan UK yang bersangkutan. Contohnya, acara PIMITS yang akan diselenggarakan nanti di salah satu acaranya ada debat bahasa Inggris se ITS. Maka pihak penyelenggara pun harus berkonsolidasi dan konsultasi dengan UK bahasa asing yang membawahi masalah debat bahasa Inggris. Jika dalam hal ini penyelenggara mengabaikan, maka pihak UK berhak memblack list, dan membawa hal ini ke sidang majelis. Kalau dipikir2, memang seharusnya penyelenggara ‘minta ijin’ ke yang sudah dari dulu punya lahan. Jadi jangan main serobot aja. Tetapi, memang dirasa akhir-akhir ini banyak event yang diselenggarakan tanpa berkonsultasi dulu dengan UK yang bersangkutan (gak perlu ak sebutkan satu persatu).

Sayangnya ak tidak ikut sidang sampai selesai. Ada agenda paripurna yang ak lewatkan. Tapi mengikuti sidang seperti tadi saja, ak banyak dapetin hal2 yang belum ak tahu sebelumnya.


Actions

Information

One response

5 03 2009
robi

hmm.. orang sibuk juga yaa!? hebat2..

anak calon2 anak BEM nie kaiake… hehehe…

mie said : ha..? calon anak BEM..? walah,,gk kepikiran masuk BEM..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: