Lautan sebagai Bank Carbon, Salah Satu Keuntungan bagi Indonesia

2 05 2009

bunaken2World Ocean Conference (WOC) yang akan berlangsung di Manado, Indonesia pada tanggal 11-15 Mei nanti akan menjadi kesempatan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas untuk mengajukan usulan Clean Development Mechanism (CDM) juga diaplikasikan pada penyimpanan carbon di laut. Seperti yang kita tahu, laut dapat menyerap carbon sekitar lebih dari lima puluh kali dibandingkan atmosfer. Sedangkan CDM sendiri merupakan salah satu mekanisme dari Kyoto protokol mengenai perubahan iklim yang membolehkan negara berkembang termasuk Indonesia untuk membuat project yang bertujuan untuk mengurangi emisi carbon. Pada akhirnya melalui binding mechanism, disetujui untuk negara berkembang mendapat incentive dari total jumlah carbon yang telah dikurangi berdasarkan CDM projects. Sekitar 1 ton carbon berharga US$10.

Sebenarnya lautan sendiri mempunyai kemampuan alami menyerap dan menyimpan carbon. Hal ini dikarenakan adanya ganggang yang memiliki kemampuan menurunkan kadar C02 penyebab pemanasan global. Untuk meningkatkan pertumbuhan ganggang di laut dapat menggunakan cara membuang debu biji besi. Setiap ton debu biji besi , ganggangnya dapat menyerap 100.000 ton C02. Selain itu bisa juga membangun pipa-pipa yang mengambang di laut pada kedalaman 100-200 m yang merupakan inovasi dari ilmuwan Inggris. Lapisan atas lautan yang nyaris bebas ganggang dan nutrisi dapat dipulihkan melalui pipa mengambang yang akan memompa air kaya nutrisi dari bagian bawah laut ke permukaan. Pipa dilengkapi katup yang akan membuka satu arah pada bagian bawah untuk memompa dengan kekuatan gelombang. Dengan rata-rata tinggi gelombang 1 meter, setiap pipa mampu menggerakan sekitar 5 ton air per detik, cukup mengubah permukaan laut untuk pertumbuhan ganggang.

Sekitar 10.000 delegasi termasuk menteri dan ilmuwan dari 121 negara diharapkan akan datang mengikuti WOC ini. Tentu saja ini merupakan kesempatan besar dan langkah awal bagi Indonesia untuk mengajukan usulan ini, setidaknya untuk diagendakan pada Copenhagen climate conferance yang akan menghasikan kesepakatan pengganti Kyoto protocol yang akan habis masa berlakunya pada 2012 mendatang.

sumber gambar : http://sitiaisyahgirl.files.wordpress.com/2008/12/bunaken2.jpg


Actions

Information

4 responses

3 05 2009
angga erlangga

Indonesia seharusnya banyak banyak bersyukur…🙂

salam kenal…😉

mie said : yup,,Indonesia sbenernya kaya banget….sayngnya tidak bisa memanfaatkanya….

salam kenal jg….

.

12 05 2009
savedesea

Bayangkan berapa banyak CO2 yang bisa diserap oleh laut kita yang luas dan kaya akan plankton tsb??
Semoga negara lain (terutama negara maju) lebih bisa memposisikan Indonesia sebagai negara yang berperan penting dalam mengatasi global warming. karena kita memiliki hutan darat dan laut!

Salam

mie said : yup,,bener banget… Indonesia tu sebenernya banyak berpengaruh bwat keseimbangan dunia… ho2…

15 05 2009
muhamaze

sayang aku ndak bisa ikut WOC, coba kalo ikut pasti seru ketemu sama ahli2 dalam dan manca..

salam kenal, salam biru laut

mie said : ya,,hanya bisa tau beritanya dari media cetak & elektronik…
salam kenal jg….

26 11 2009
y0se_reza

kalo ada info tentang bank karbon mohon email ke saia..
bahaya_kuman@yahoo.co.id

=D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: