Pembangkit Listrik Tenaga Osmotik sebagai alternatif energi masa depan

8 02 2009

Selama sepuluh tahun terakhir kebutuhan energi meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor industri yang membutuhkan konsumsi energi yang besar. Tetapi banyak energi yang dihasilkan berasal dari pembangkit istrik yang tidak ramah lingkungan. Kebanyakan dari pembangkit listrik tersebut menggunakan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan tidak dapat diperbaharui.Jika hal ini terus menerus terjadi maka dalam waktu kedepan akan terjadi krisis energi dan kerusakan lingkungan.
Isu lingkungan yang menjadi topik utama pada forum-forum ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional adalah Global warming. Penyebab utama pemanasan global adalah efek rumah kaca (green house efect). Efek rumah kaca terjadi akibat sinar matahari yang masuk ke dalam atmosfer bumi tidak bisa ke luar atmosfer melainkan kembali terpantul ke permukaan bumi. Terpantulnya kembali sinar matahari disebabkan banyaknya gas CO2 di atmosfer. Gas CO2 banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Pembakaran bahan bakar fosil ini terutama untuk memenuhi kebutuhan energi yang besar dari sektor industri dan masyarakat.
Pemanasan global banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Di Indonesia pola iklim berubah. Perubahan ini menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem yang sudah ada di Indonesia. Ekosistem yang rusak tidak dapat dimanfaatkan lebih jauh oleh manusia. Oleh karena itu pengembangan energi yang berbasis energi terbarukan dan ramah lingkungan seperti tenaga osmotik harus menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan dan pemakaian sumber energi dimasa datang.
Energi alternatif digunakan oleh kita dengan harapan tidak bergantung dengan minyak, karena minyak jumlahnya semakin menyusut, unpredictable dan kurang ramah lingkungan. Energi alternatif banyak macamnya antara lain energi nuklir, energi angin, energi surya, energi air dan masih banyak energi – energi yang lain. Namun dari sekian banyak energi alternatif tersebut tidak semua cocok dengan keadaan di Indonesia. Energi nuklir dianggap kurang cocok dikembangkan di Indonesia karena biaya operasional yang mahal, sumber daya manusia yang kurang memadai, dan efek dari limbah maupun radiasinya berbahaya bagi penduduk sektarnya. Salah satu energy yang layak atau cocok dikembangkan di Indonesia adalah energi dari air, karena Indonesia termasuk negara kepulauan yang memilki pantai / daerah perairan yang luas .
Energi alternatif yang berasal dari air banyak macamnya antara lain energi dari ombak, energi air terjun, energi air pasng-surut dan energi osmotik. Energi osmotik dinilai lebih cocok karena tidak semua pantai di Indonesia berombak.
Osmotik terjadi apabila larutan konsentrasi rendah mengalir ke larutan konsentrasi tinggi yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Larutan-larutan yang biasanya digunakan untuk proses osmotik adalah air laut dan air tawar. Proses osmotik dimulai antara air tawar dan air asin (mengandung garam) yang memiliki ketinggian sama dan dibaasi oleh membran semipermeabel. Perbedaan konsentrasi menyebabkan ketinggian air tawar berkurang dan sebaliknya ketinggian air asin meningkat. Hal ini disebabkan bergeraknya molekul-molekul air melalui membran semipermeable ke air asin. Meningkatnya ketinggian air asin menyebabkan efek tekanan osmotik. Efek tekanan osmotik digunakan untuk membangkitkan energi listrik melalui turbin dan generator.

prinsip osmotic

(gmbar diambil dri http://www.leonardo-energy.org/drupal/modules/tinymce/tinymce/jscripts/tiny_mce/plugins/imagemanager/images/statkraft.gif)

Setiap hal pasti ada baik buruknya sama halnya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Osmotik (PLTO) ini keuntungan besarnya adalah energi ini dapat diperbaharui dan tidak ada resiko untuk kehabisan bahan baku karena hasil buangan dari proses osmotik ini adalah air payau yang nantinya bisa dialirkan ke hutan mangrove atau dikembalikan ke laut. Jadi pembangkit listrik tenaga osmotik adalah renewable.
Keuntungan lainnya adalah energi osmotik memilki dampak yang minimal terhadap lingkungan. Ini merupakan suatu proses yang bersih dan merupakan poin tambahan, jumlah panas yang terjadi dalam proses ini kurang dari sepuluh derajat celcius sehingga tidak berbahaya bagi organisme yang hidup di laut. Bahkan hasil buanganya merupakan air payau yang bisa dialirkan ke hutan mangrove. Sementara kita tahu bahwa mangrove memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pelindung pantai dan pemukiman pesisir dari hantaman gelombang, badai dan erosi pantai.

design power plant

(gambar diambil dri http://www.statkraft.com/Images/Saltkraft_tcm4-7796.jpg)

Satu hal yang mungkin mengganjal dalam proyek energi ini yaitu masalah biaya yang lebih besar dibandingkan pembangkit tenaga listrik konvensional.
Untuk itu diperlukan studi lebih lanjut dari pihak pihak yang terkait agar dapat mengembangkan PLTO di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki SDA yang mendukung dalam pembangunan PLTO & diperkirakan pembangkit listrik ini akan kompetitif pada sepuluh tahun kedepan.

Advertisements