Selamatkan daerah terluar Indonesia !

1 09 2010

Beberapa waktu yang lalu tentu kita masih ingat tentang insiden ditangkapnya 3 petugas KKP oleh polisi diraja Malaysia di perairan Bintan.  Pihak Indonesia dan Malaysia saling mengakui dan berargumen bahwa daerah tersebut merupakan daerah teritorial masing masing pihak. Memang benar kalau selama ini daerah tersebut masih merupakan daerah sengketa. Dan ternyata tidak hanya di daerah tersebut saja yang merupakan zona abu abu perbatasan. Masih banyak daerah dan pulau terluar Indonesia yang juga diklaim oleh negara tetangga. Saya membayangkan sudah 65 tahun Indonesia merdeka, tetapi kenapa sudah selama 65 tahun ini masih banyak juga daerah kita yang abu abu. Bahkan ada juga pulau yg belum diberi nama.  Saya juga kurang tahu sebenarnya siapa yg bertanggung jawab akan hal ini. Apakah kemendagri? KKP? atau Kemenlu?

batas wilayah belum tuntas Indonesia

Coba kita review beberapa saat. Sewaktu saya belajar Geografi SMP dulu kita tentu diajarkan tentang wilayah laut di Indonesia. Wilayah laut di Indonesia meliputi :

Perairan Nusantara
Perairan Nusantara merupakan wilayah perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis pangkal laut, teluk, dan selat yang menghubungkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lain di Indonesia. Termasuk di dalamnya danau, sungai maupun rawa yang terdapat di daratan.

Laut Teritorial
Laut teritorial adalah wilayah laut dengan batas 12 mil dari titik ujung terluar pulau-pulau di Indonesia pada saat pasang surut ke arah laut.

Batas Landas Kontinen
Batas landas kontinen adalah kelanjutan garis batas dari daratan suatu benua yang terendam sampai kedalaman 200 m di bawah permukaan air laut. Sumber kekayaan alam yang berada dalam wilayah batas landas kontinen merupakan milik pemerintah Indonesia. Jadi, pemerintah Indonesia berhak melakukan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam yang berada di wilayah batas landas kontinen.

Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Pada tanggal 21 Maret 1980 Indonesia mengumumkan ZEE. Batas Zona Ekonomi Eksklusif adalah wilayah laut Indonesia selebar 200 mil yang diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Apabila ZEE suatu negara berhimpitan dengan ZEE negara lain maka penetapannya didasarkan kesepakatan antara kedua negara tersebut. Dengan adanya perundingan maka pembagian luas wilayah laut akan adil. Sebab dalam batas ZEE suatu negara berhak melakukan eksploitasi, eksplorasi, pengolahan, dan pelestarian sumber kekayaan alam yang berada di dalamnya baik di dasar laut maupun air laut di atasnya. Oleh karena itu, Indonesia bertanggung jawab untuk melestarikan dan melindungi sumber daya alam dari kerusakan.

Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 yang kemudian mendapat pengakuan dunia pada tahun 1982 saat diadakan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika. Lalu bagaimanakah bila dua negara menguasai satu laut yang lebarnya tidak sampai 24 mil? Bila hal itu terjadi maka wilayah laut teritorial ditentukan atas kesepakatan dua negara yang bersangkutan.  Batas laut teritorialnya ditentukan dengan garis di tengah-tengah wilayah laut kedua negara yang bersangkutan.

Lalu daerah Indonesia mana sajakah yang masih terlihat abu abu? Berikut ini merupakan beberapa diantara puluhan derah lainnya yang masih berstatus sengketa seharusnya milik Indonesia;

94 pulau kecil terluar Indonesia

  • Pulau Berhala (03 46 38 N 099 30 03 E). Pulau ini terletak di Selat Malaka yang berbatasan dengan Negara Malaysia, setelah dilakukan pengamatan udara ditemukan Mercusuar serta adanya beberapa rumah penduduk disekitarnya.
  • Pulau Nipa (01 09 13 N 103 39 11 E). Pulau yang terletak diperbatasan antara Propinsi Riau dengan Negara Singapura.
  • Pulau Sekatung (04 47 38 N 108 00 39). Pulau dengan posisi geografis di sebelah Utara Pulau Natuna di berbatasan dengan Vietnam.
  • Pulau Miangas (05 34 02 N 126 34 54 E). Pulau ini terletak di Utara Manado yang berbatasan dengan Filipina, setelah dilakukan pengamatan udara terdapat beberapa perumahan penduduk dan dermaga.

Dan apa yang seharusnya kita lakukan?
Ada beberapa Dasar Hukum Pengelolaan Pulau-pulau Terluar :
-UUD 1945 Pasal 25 A.
-UU No 4/1960 Titik dasar dan garis pangkal NKRI
-UU No 1/1973 tentang landas kontinen ? UNCLOS 58
-UU No 5/1983 ZEE Indonesia
-UU No 17/1985 Ratifikasi Konvensi Hukum Laut 1982
-UU No 6/1996 Perairan Nasional
-PP No 38/2002 Titik dasar dan garis pangkal Negara Kepulauan
-UU No. 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

Berdasarkan aturan di atas, kita perlu mengelola pulau pulau terluar tersebut sebelum dicaplok negara tetangga. Tentunya kita tidak mau kasus sipadan-ligitan terulang kembali. Untuk itu menurut saya pribadi, kita perlu fokus kepada :

  • Penyediaan infrastruktur dan layanan publik yang memadai. (seperti listrik,pelabuhan,pendidikan dll) Karena daerah tersebut merupakan remote area dan tanpa infrastruktur harga-harga akan menjadi mahal. (pernah dengar berita tentang warga di pulau terluar yang belanja di pasar di daerah Malaysia?)
  • Memberdayakan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraannya. Karena kebanyakan masyarakat daerah tersebut masih kurang produktif. Dengan ini diharapkan akan meningkatkan taraf perekonomian mereka.
  • Memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Tentu saja tak bisa dipungkiri walaupun berada dalam remote area, di daerah tersebut pasti ada SDA yang masih potensial untuk dimanfaatkan. ( Tentu saja, kita tidak boleh kecolongan dengan negara tetangga)
  • Memberikan edukasi yang murah dan bermanfaat. Edukasi di sini tidak hanya bersifat formal (SD,SMP,SMA). Tetapi harus ada edukasi yg mengajarkan tentang hal informal seperti mitigasi bencana alam, pemanfaatan SDA, kewarganegaraan dan lain sebagainya.
  • Secara bertahap memberikan akses keterbukaan informasi  seperti Internet dan jaringan telpon. Sehingga wawasan masyarakat akan terbuka dan mereka dapat secara mandiri mempromosikan daerah mereka pada investor atau wisatawan.

Saya selalu berharap, tidak hanya kementrian Kelautan dan Perikanan, Kemndagri atau kementrian terkait lainnya yang melulu mengurusi daerah terluar tersebut. Saya mengharapkan pihak lain seperti Institusi pendidikan (universitas), LSM, Perusahaan, dan kita semua care terhadap saudara kita di daerah terluar itu, walaupun pemberdayaan masyarakat di daerah remote area terlihat tidak menghasilkan profit. Tapi coba kita melihat anak anak penerus generasi bangsa yang ada disana. Siapa tahu diantara mereka akan meneruskan tradisi prestasi Indonesia di olimpiade Internasional, atau bahkan ada yang menjadi presiden nantinya.

Untuk Indonesia yang peduli dan sejahtera

sumber gambar dan info :
http://www.crayonpedia.org
Seminar Oceano ITS 09

Advertisements




Lautan sebagai Bank Carbon, Salah Satu Keuntungan bagi Indonesia

2 05 2009

bunaken2World Ocean Conference (WOC) yang akan berlangsung di Manado, Indonesia pada tanggal 11-15 Mei nanti akan menjadi kesempatan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas untuk mengajukan usulan Clean Development Mechanism (CDM) juga diaplikasikan pada penyimpanan carbon di laut. Seperti yang kita tahu, laut dapat menyerap carbon sekitar lebih dari lima puluh kali dibandingkan atmosfer. Sedangkan CDM sendiri merupakan salah satu mekanisme dari Kyoto protokol mengenai perubahan iklim yang membolehkan negara berkembang termasuk Indonesia untuk membuat project yang bertujuan untuk mengurangi emisi carbon. Pada akhirnya melalui binding mechanism, disetujui untuk negara berkembang mendapat incentive dari total jumlah carbon yang telah dikurangi berdasarkan CDM projects. Sekitar 1 ton carbon berharga US$10.

Sebenarnya lautan sendiri mempunyai kemampuan alami menyerap dan menyimpan carbon. Hal ini dikarenakan adanya ganggang yang memiliki kemampuan menurunkan kadar C02 penyebab pemanasan global. Untuk meningkatka Read the rest of this entry »





Teknik Kelautan ITS

12 04 2009

Teknik kelautan..? Teknik apa lagi itu? bedanya sama ilmu kelautan apa ? Hm,,itu pertanyaan yang dulu sering ak tanyain. Dulu waktu mau daftar SNMPTN bingung banget,,ada jurusan Teknik kelautan,ada juga yang namanya ilmu kelautan. Kalau dilihat dari universitas/Institut yang menaunginya, hampir kebanyakan jurusan ilmu kelautan ada di semua universitas. Tetapi kalo jurusan teknik kelautan hanya ada di 3 tempat, yaitu ITS, ITB sama Unhas. Nah, mulai deh timbul rasa penasaran sama yang namanya teknik kelautan, kok jurusan ini beda banget, hanya ada di 3 tempat di Indonesia. Pasti lulusanya special banget,coz lulusanya hanya dari 3 tempat(ITS, ITB ama Unhas).

Lalu berbekal rasa penasaran itulah ak memantapkan pilihanku mengambil jurusan Teknik Kelautan ITS. lah,,knapa gk pilih ITB atau Unhas? alasanya sederhana banget, knapa ak gk milih ITB, coz namanya juga jurusan Teknik Kelautan, emangnya di Bandung ada laut ya? klo Bandung lautan api sih iya..ho2.. trus knapa gak milih Unhas?  yaelah,,jauh banget..lha orang luar jawa aja pada pengen kuliah di jawa. Akhirnya pilih Teknik Kelautan ITS, selain gk terlalu jauh dari kampung halaman (Tegal moncer kotane), Surabaya emang sudah terkenal dengan pusat maritim yang maju (ada PT PAL & armada laut wilayah timur).

Akhirnya Alhamdulilah keterima juga di jurusan yang bikin ak penasaran ini. Setelah masuk, ak baru ngeh, apa sih background dari Teknik Kelautan ITS. Teknik Kelautan ITS itu berada di Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), ada jurusan lain seperti Teknik Perkapaan dan Teknik Sistem Perkapalan. Jurusan TekniK Kelautan ITS berdiri tahun 1983 dan sudah mengantongi akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Spesialnya lagi, sudah mendapat akreditasi bersama FTK yaitu pengakuan kesetaraan dari RINA (Royal Institution of Naval Architects) dan ImarEST yang berpusat di Inggris. Secara khusus, FTK ITS sudah diakui sebagai anggota dari rumpun universitas kemaritiman dunia dan menjadi satu-satunya anggota dari Indonesia.

Jurusan Teknik Kelautan ITS itu mempeajari rekayasa kelautan di bidang Teknik Lepas Pantai dan Pantai ( Offshore & Coastal Engineering), dan bertujuan untuk mendidik tenaga ahli yang mampu menyelesaikan permasalahan bangunan Lepas pantai dan pantai, serta fasilitas pelabuhan dalam penanganan sistem terpadu untuk kelestarian lingkungan laut dan pantai.

bidang keahliannya ada beberapa :
>Bidang Keahlian Struktur Bangunan Lepas Pantai (Offshore Structure)
mempeajari analisis dan perencanaan kekuatan struktur bangunan laut,     analisis kekuatan material, analisis keandalan dan resiko serta bidang-bidang yang relevan.

>Bidang Keahlian Hidrodinamika Lepas Pantai (Offshore Hydrodinamics)
mempelajari identifikasi perilaku aliran fluida, analisis respon dinamis bangunan laut terhadap eksitasi gaya gelombang, dan analisis gelombang lautan acak, serta bidang-bidang yang relevan.

>Bidang keahlian Perancangan dan Produksi Bangunan Lepas Pantai (Design and Production Of Offshore Structure)
mempelajari system anjungan minyak lepas pantai dan bangunan lain, analisis tekno ekonomis bangunan laut, Teknologi dan manajemen produksi bangunan laut, perancangan dan system fasilitas bawah laut, serta bidang-bidang yang relevan.

>Bidang keahlian Energi dan Lingkungan Laut (Ocean Energy and Environmental)
mempeajari dentifikasi kondisi lingkungan laut yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang laut dan pasang surut sebagai sumber energi alternative konversi energi panas lautan, pemecahan masalah pencemaran lingkungan laut, serta bidang-bidang yang relevan.

>Bidang Keahlian Teknik Pantai dan Pelabuhan Laut (Coastal Engineering)
mempelajari perancangan fasilitas dan strukutr pantai, identifikasi perilaku kondisi tanah dasar laut, analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan degnan struktur beton, pengelolaan wilayah pantai, serta bidang-bidang yang relevan.

lalu fasilitas laboratorium penunjang seperti :

* Laboratorium Komputasi dan Pemodelan Numerik
* Laboratorium Hidrodinamika Lepas Pantai
* Laboratorium Lingkungan Laut dan Energi Laut
* Laboratorium Dinamika Struktur
* Laboratorium Operasional Riset dan Perancangan
* Laboratorium Bawah Air dan Dasar Laut

Ada juga beberapa pusat kajian seperti :

Pusat Kajian Laut dalam (Deepsea Technologi Research Group)
Pusat Kajian Teknik dan Manajemen Pantai (Coastal Engineering and        Management Research Group)
Pusat Kajian LNG (LNG Research Group)

teknik-kelautan-its1

Kalau perbedaanya teknik kelautan dengan ilmu kelautan dari sumber yang ak baca, ilmu kelautan mempelajari dinamika p Read the rest of this entry »