Nonton ten2five :)

4 12 2011

Hello everyone. Akhirnya setelah berbulan bulan tidak posting blog, sekarang saya berkesempatan posting blog juga. Maklum, saat ini saya sedang menjalani semester ke 7 di kuliah saya. Tinggal 1 semester lagi mencapai wisuda (Amien). Tentu saja kalau semua proses akademik kuliah lancar dan tidak ada halangan di Tugas Rancang dan Tugas Akhir (TA) kuliah saya nanti.

Posting kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai konser yang saya tonton bersama pacar saya minggu2 yang lalu (Akhirnya bisa nonton konser juga). Karena saya dan dia juga sama2 mahasiswa yang memasiki tahun terakhir kuliah, jadi waktu2 kosong yang bisa dihabiskan berdua itu sangaat berarti sekali. #halah. Konser yang kami tonton bertempat di Gedung Robotika ITS ini kebetulan waktunya berdekatan dengan Dies Natalis kampus kami (ITS Surabaya). Konser yang bintang tamu nya adalah ten2five ini diinisisasi oleh Hima Sistem Informasi ITS yang dikemas dalam acara ToNight (Together in One Night). Selain konser ten2five ada juga band band indie lain sebagai pembuka. Lalu pemecahan rekor Muri ngeTweet terbanyak. Lupa deh ada berapa ribu tweet gitu yang berhasil memecahkan rekor.

Jalannya konser overall berjalan lancar. Walaupun musik band indie yang menjadi pembuka tidak begitu enak di telinga saya, but its oke lah untuk memeriahkan acara. Saya memang tidak terlalu suka musik ber genre indie. Saya juga sebenarnya heran, band utama nya kan ten2five, tapi kenapa band pengiringnya band indie ya? Kan jadi gak sinkron n nyambung. Hehe. Alhasil kami yang datang sekitar jam 7 malem harus rela mendengar music indie sampai sekitar jam 11 malem. Yup, ten2five nya baru dateng jam 11 malem. Apa mereka terjebak macet di jalan ya?

 Sambil menunggu ten2five dateng, kami menghabiskan waktu dengan berjalan2 di sekitar kompleks gedung robotika. Gedung yang biasa dipakai acara kontes robot dan bersebelahan dengan Lab Energi ITS ini memang terlihat apik. Gak kalah deh ama gedung Nasdec di sebelahnya. Akhirnya kami sempatkan foto2 di dalam gedung sambil nunggu ten2five datang.

Sebenarnya saya juga tidak terlalu mengenal dekat ten2five. Saya cuma tau lagu2 nya yang easylistening itu. Mungkin kalau cewe2 kaya pacar saya ini bilang lagu2 nya romantis kali ya, Hahaa. Performance personil ten2five juga terlihat energik di stage. Sempet surprise juga saat lagu pertama yang dibawakan mereka adalah lagu suroboyoan. Lalu dilanjut dengan lagu2 dari album lama mereka sampai dari album yang baru. Kami pun terhanyut dengan music easylistening yang mereka bawakan. Beruntung banget deh menikmati music romantis berdua sama doi secara live. hehe..

 Segitu dulu deh cerita saya kali ini. Semoga bisa posting2 cerita selanjutnya dan gk hibitus lagi. Ini saya kasih oleh2 poto kami saat nonton ten2five.

gedung robot ITS

gedung robot ITS

Read the rest of this entry »





Seminar Nasional Teknologi Kelautan OCEANO 2011

10 03 2011

Teknik Kelautan ITS bekerjasama dengan Komunitas Migas Indonesia akan mengadakan Seminar Nasional dalam serangkaian kegiatan OCEANO 2011 yang mana pada tahun ini mengenai Teknologi Laut Dalam dengan Tema “The Development of Deepwater Technology in Indonesia: Managing Risk and Environmental Disaster” yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2011 bertempat di Graha Sepuluh Nopember, ITS Surabaya.

Pembicara :

1. “The Development of Deepwater Technology in Indonesia” by Ir.Budi Indianto MBA (Deputi bidang pengendalian operasi BP MIGAS)

2. “Deepwater in Indonesia-Prospect & Challange” by Gunawan Suwarno (GM Engeneering Analysis Sapura Acergy) & Dr.Iwan Renaldi Soedigdo (Head of Indonesia Deepwater Development BP MIGAS)

3. “Deepwater Technology in Indonesia-Risk and Future Development” by Prof.Dr.ir.Eko Budi Djatmiko,Msc (pembantu rektor IV ITS)

4. “Various Project in Oil & Gas” by Iwan Ratman (Kepala Divisi manajemen proyek BP MIGAS)
Read the rest of this entry »





Evaluasi Semester 5

13 02 2011

Liburan semester 5 sudah selesai. Nilai-nilai mata kuliah semester 5 pun sudah mulai bermunculan di SIAKAD (SIM AKADEMIK). Ada yang menggembirakan, mengecewakan bahkan mengagetkan. Bahkan ada 1 nilai mata kuliah yang baru muncul di hari terakhir FRS an ( mengambil mata kuliah semester selanjutnya). Bayangkan jika sampai selesai FRS nilai nya belum keluar juga, bisa bisa saya mengulang mata kuliah tersebut di semester selanjutnya 😦 .

Dari nilai nilai tersebut saya akan mencoba mengevaluasinya sehingga saya paling tidak bisa belajar dari kesalahan kesalahan yang saya lakukan di semester lalu. Bisa juga dijadikan pelajaran buat para pembaca yang kebetulan adek kelas saya di jurusan (jangan contoh saya maksudnya, hehe )

>  Mekanika Teknik II = B

Mata kuliah berbobot 4 SKS ini memang menguras tenaga dan pikiran. Kuliah 2 kali seminggu dengan tugas yang seabrek membuat rasa jenuh dan bosan selalu hinggap di kepala saya. Tetapi inilah dasar matkul (selain mekanika teknik I) kalau anda ingin focus di bidang struktur. Ya karena saya pengen banget masuk struktur, mau gak mau harus suka, walopun sulitnya minta ampun. Oya, buku yang enak untuk dipahami menurut saya punya Timoschenko ama Hibler, walaupun dosen saya lebih suka mengeluarkan soal yg mirip di buku nya Popov. Makasih buat Herdiani Sinatrya teman dari Sipil yang sudah meminjamkan catatan nya 🙂 .

>  Perencanaan Bangunan Lepas Pantai I = BC

Ini dia mata kuliah angker di jurusan saya. Diasuh oleh Bapak Joswan yang merupakan dosen senior, kita akan serinh menemukan mas/mbak semester atas yang kebetulan mengulang lagi matkul ini. Yup, jangan heran kalau banyak banget yang belum lulus di matkul ini. Karena materinya emang sulit dan harus teliti menganalisa soal. Inget ya, teliti menganalisa soal, bukan mengerjakan soal. Karena kalau sudah paham ‘maunya’ soal, pasti lancar ngerjain nya. Dan jangan sekali2 berharap nilai A di matkul ini kalau anda tipe mahasiswa yang suka bolos atau TA (titip absen). Karena Bapak dosen akan setia mengabsen anda secara manual 🙂 . Oya, soal UAS matkul ini iseng2 saya posting di blog ini dan anda bisa lihat soal UAS nya disini.

>  Hidrostatis dan Bonjean (Tugas Rancang II) = AB

Ini nih matkul yang sempat saya singgung di atas sebagai matkul yang nilainya baru keluar di saat akhir FRS an. TR 2 ini merupakan kelanjutan TR 1 (lines plan) yang berbobot 2 SKS, tujuanya adalah menggambar/ merancang kurva Hidrostatis dan Bonjean. Kebetulan tidak ada kelas kuliah di matkul ini. Jadinya ya asistensi aja terus ke bapak dosen. Terima kasih khusus nya buat Dany Arianto Wibowo dan teman2 yang banyak membantu saya di matkul ini. Berhubung bapak dosennya (Bapak Murtedjo) yang terkenal perfect pada tugas mahasiswanya. Sehingga keliru sedikit saja pasti ketahuan, hehe. Mungkin pada postingan selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana cara menggambar kurva hidrostatis dan bonjean . Read the rest of this entry »





OCEANO 2011

11 02 2011

OCEANO 2011

 

Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan ITS (HIMATEKLA) mempersembahkan :

OCEANO 2011

Terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti berikut :

Mural Festival

Mural Festival dikerjakan pada bagian luar tong sampah dengan tujuan supaya tong sampah tersebut terlihat lebih menarik.Selanjutnya hasil karya akan disebarkan ke beberapa titik di daerah Surabaya.

Ocean Kindergarten

Ketentuan Umum
1.      Merupakan lomba mewarnai bagi anak TK.
2.      Perlombaan diikuti oleh 7 TK dengan 10 siswa di setiap TK nya.
3.      Setiap TK yang diundang dikenakan biaya administasi sebesar Rp 100.000,-
4.      Pihak Panitia menyediakan layout gambar mewarnai.
5.      Setiap peserta membawa peralatan mewarnai sendiri-sendiri.

Ocean Photography, “See the Sea”

Syarat Pendaftaran
1.      Perlombaan dilakukan secara perorangan.
2.      Biaya Pendaftaran Rp 25.000,-
3.      Peserta mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia dengan melampirkan :
–          Fotocopy Kartu Pengenal ( Kartu Pelajar/Kartu Tanda Mahasiswa/Kartu Tanda Penduduk)
–          Foto diri berukuran 3×4 berwarna.
4.      Masing-masing peserta mengumpulkan 2 karya ( non-edit ) dan 1 karya ( edit ).
5.      Pengumpulan Karya paling lambat tanggal 25 Maret 2011.
6.      Karya dikumpulkan dalam bentuk hard copy berupa kertas foto ukuran 10R serta dalam bentuk soft copy ( CD / copas from flachdisc ).
Di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan FTK ITS.
Gedung WA Jurusan Teknik Kelautan FTK.
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.
7.      Peserta yang telah mendaftar namun mengundurkan diri karena sesuatu hal, maka uang pendaftaran tidak akan kembali sepenuhnya.

Pameran Seni dan Budaya “Warna-Warni Indonesiaku”

Pameran Seni dan Budaya merupakan kegiatan pameran yang melibatkan pihak-pihak yang diundang oleh panitia untuk mengadakan show-off karya mereka sesuai dengan tema acara.
Kegiatan ini tidak seratus persen berisi tentang seni dan budaya saja, namun di dalamnya juga terdapat beberapa stand selingan yang berisi tentang science maupun stand yang bertujuan untuk melakukan kegiatan jual-beli.

Di dalam kegiatan ini juga dilakukan penilaian terhadap stand-stand yang ada di dalam pameran sehingga nantinya akan dipilih tiga terbaik untuk mndapatkan hadiah.

Parade Band “Music for Everyone, Music for Indonesia”

Teknis Acara
1.      Parade Band merupakan ajang show kreativitas, minat dan bakat dalam bidang seni musik yang menjunjung tinggi bahasa dan seni.
2.      Parade Band diikuti oleh Band  yang diundang oleh pihak panitia untuk mengisi acara Oceart.
3.      Menampilkan berbagai aliran music di Indonesia.
4.      Menampilkan Bintang Tamu Oceart, ALEXA.
Read the rest of this entry »





Wisudawan diospek

7 10 2010

Mungkin kejadian ini hanya terjadi di jurusan saya, dan bahkan mungkin pertama kali dalam sejarah dunia. Bukan hanya mahasiswa baru saja yang hanya akan merasakan ospek di kampus. Tapi para wisudawan yang diasumsikan sebagai mahasiswa semester atas/akhir yang telah menyelesaikan beban minimal 144 sks dan sudah lolos TA sehingga berhak menyandang gelar ST di belakang namanya ini ternyata tidak luput dari ospek juga. Penasaran ? Simak saja cerita saya di bawah ini, *halah..

Hari Sabtu, 2 Oktober 2010 adalah momen seumur hidup yang berkesan bagi para wisudawan. Mereka akhirnya bisa lulus dari fakultas yg terkenal sulit meluluskan mahasiswa dan paling lama menempuh masa studi dibandingkan dengan fakultas lain. Kali ini saja ada 49 wisudawan yang bisa lolos dari jurusan saya. Mereka bersuka-cita bersama orang tua, keluarga, sahabat dan pendamping nya mengikuti prosesi acara wisudawan di Graha Sepuluh Nopember. Tidak terlihat raut wajah mereka yang kumus-kumus kepanasan memakai gordon dan toga di kota Surabaya yang panas ini. Dengan senyum ceria mereka menunggu namanya disebut untuk maju ke depan, bersalaman dengan rektor dan menerima ijazah sarjana. Sedangkan di luar graha, saya dan teman teman menunggu di luar Graha. Berpanas-panas,berkumus-kumus ria menunggu mas/mbak wisudawan tercinta menyelesaikan acara prosesi wisudawan. Memang sudah menjadi tradisi di kampus saya kalau para wisudawan akan diarak oleh adek2 tingkatnya dari graha menuju jurusan masing masing. Inilah momen  selebrasi untuk merayakan para wisudawan, persembahan dari adik adik nya yang tidak akan dilupakan seumur hidup. hehe..

Yel-yel dari berbagai jurusan mulai terdengar menyambut wisudawan yang mulai keluar dari gedung menyambut para wisudawan. Bendera hima jurusan terlihat ada di mana mana. Inilah saat saat krusial, dimana kita tidak mau ada mbak/mas wisudawan yang nyasar mencari adek-adek nya. Bayangkan saja kalau nyasar, betapa sulit dan akan memakan waktu yang lama untuk mencari mereka. Mengarak wisudawan sebenarnya adalah saat yang paling menyenangkan, ini adalah pertama kalinya saya ikut mengarak setelah pada taun sebelumnya saya selalu kebagian mengurus farewell party di jurusan. Kami berjalan kaki dari graha menuju jurusan. Capek sih, tapi tidak begitu terasa karena selama di jalan kami menjadi tontonan dan memacetkan jalan di sekitar kampus. Teriakan yel-yel katika bersinggungan dengan arakan
jurusan lain pasti membuat nostalgia para wisudawan ketika mereka dulu menjadi mahasiswa baru. Dulu mereka mengarak, sekarang gantian mereka yang diarak,menjadi raja ratu sehari. Dan saya mulai membayangkan, kapan ya saya wisuda? hehe..


Read the rest of this entry »





Siapa Rektor ITS Berikutnya ?

19 09 2010

Libur lebaran telah usai.Para mahasiswa dan dosen pun kembali ke kampus untuk menjalani kewajibanya sebagai pengajar dan orang yg diajar.Tapi saat ini berbeda dengan yang biasanya.Saat mereka saling bersalamaan dan bermaaf-maafan,di sisi yang lain beberapa orang yang lain saling berkompetisi memperebutkan kursi ITS 1 *dibaca rektor ITS. Ya, memang benar, saat ini di kampus memang sedang hangat-hangat nya event Pilcarek ITS (Pemilihan Calon Rektor ITS).Semua elemen mulai dari dosen, karyawan dan mahasiswa mempunyai hak suara untuk memilih 11 bakal calon rektor ITS. Tetapi suara terbanyak dari hasil pilcarek belum pasti menentukan sang pemilik suara terbanyak otomatis menjadi Rektor ITS selanjutnya.Adalah Senat ITS yang akan menentukannya dan kemudian akan dikirimkan ke menteri pendidikan nasional untuk disetujui. Berikut adalah jadwal pemilihan calon rektor ITS :

Sudah ada beberapa bakal calon rektor yang mulai berkampanye memasang spanduk, poster, selebaran di sudut dan tempat strategis di kampus. Bahkan ada juga yang langsung mengirim email & sms kepada pemilik suara. Saya masih membayangkan, sebenarnya apa motivasi mereka hingga rela berkorban materi,waktu dan tenaga hingga rela mencalonkan diri menjadi rektor ITS selanjutnya. Apakah mereka mengincar materi ? pangkat ? gengsi ? menteri ? ataukah mereka tulus mengabdi demi kemajuan kampus tercinta? Berikut adalah 11 bakal calon Rektor ITS beserta link blog or website nya :

Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD (FTSP/rektor incumbent/ketua Senat ITS)
Prof Dr Ir Nadjadji Anwas MSc (FTSP/mantan Dekan FTSP)
Prof Ir Noor Endah MSc PhD (FTSP/mantan Pembantu Rektor I)
Dr Agus Windharto DEA (FTSP/mantan Kajur Despro)
Prof Dr Ir Imam Robandi MT (FTI//dalang)
Prof Dr Ir Mahfud DEA (FTI/mantan Pembantu Dekan I FTI)
Mochammad Hariadi ST MSc PhD (FTI)
Dr Ir Sumarno M.Eng (FTI/Sekretaris Jurusan FTI)
Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA (mantan Dekan FTI/mantan kajur Teknik Mesin)
Prof Ir Daniel Mohammad Rosyid PhD (FTK/mantan Pembantu Rektor IV)
Drs Mahmud Mustain MSc PhD (FTK)

Sebagai mahasiswa, tentu kita harus selektif terhadap siapa yang akan kita pilih nanti. Khususnya kepada para mahasiswa baru yang belum mengetahui sejarah dan sepak terjang para bakal calon rektor ITS. Untuk itu mari kita flash back sejenak melihat rektor ITS terdahulu. Berikut nama beserta asal fakultas nya :

Rektor ITS 1960-SEKARANG

Dr Angka Nitisastro 1960-1964 (Salah seorang pendiri)
Kol Laut Ir Marseno Wirjosapoetra 1964-1968 (Penugasan pemerintah)
Prof Ir R Soemadijo 1968-1973 (FTSP)
Mahmud Zaki MSc 1973-1982 (FMIPA)
Ir Hariono Sigit BS 1982-1986 (FTSP)
Prof Oedjoe Djoeriman MSc Phd 1986-1995 (FTI)
Prof Ir Soegiono 1995-2003 (FTK)
Prof Dr Ir M. Nuh DEA 2003-2007 (FTI)
Prof Ir Priyo Suprobo Phd 2007-2011 (FTSP)

Beberapa teman saya sudah ada yang me review 11 bakal calon rektor. Saya sendiri belum me review, tapi sebagian besar saya sependapat dengan review  teman saya , Nana, yang kebetulan Wakahima Himasta.Review nya bisa dilihat disini. Saya sendiri saat ini masih netral dan belum memutuskan akan memilih siapa. Yang pasti saya mengharapkan calon rektor ITS selanjutnya merupakan sosok pemimpin yang visioner, bersahaja, menciptakan lingkungan kampus yang hijau, tidak ada jurusan yang uber alles dari yang lain, dan memberi ruang yang seluas-luasnya kepada mahasiswa. Kalau bisa, syukur menjadi menteri penerus pak Nuh. 🙂

Setelah memantapkan hati dengan pilihan masing2. Maka saatnya mengikuti pelaksanaan jaring pendapat Pilcarek ITS. Berikut lebih lengkapnya mengenai petunjuk pelaksanaan pilcarek : Read the rest of this entry »





PETISI UNTUK ITS

20 03 2010

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan menganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: Lawan!
(Wiji Thukul)

Saya mengenal Yuli, Tommy, dan Benny hanya sesaat. Yuli seorang mahasiswi yang energik dan antusias. Tiap kali bertemu selalu ada yang digelisahkan. Tentang ketidak-adilan atau mahalnya biaya pendidikan. Sedangkan Tommy beberapa waktu lalu mampir ke kantor. Pria muda yang tenang dan sedikit gundah. Mengadukan putusan skorsing yang dikeluarkan oleh kampusnya. Sebuah kampus yang mengantarkan Rektornya menjadi menteri komunikasi. Kampus yang mahir dalam banyak temuan tekhnologi. Kampus yang sepadan derajadnya dengan kampus-kampus ternama lainnya.

Saya beberapa kali mampir ke kampus ITS. Menjadi pembicara pada tempat yang sama. Dari soal BHMN hingga riset. Mahasiswanya pintar, berani dan tertib. Mereka selalu menjemput di bandara dengan kebanggaan. Jas almamater dan berkisah tentang kampusnya. Sebuah tempat yang menyenangkan meski ada kegundahan. Diantara gundah itulah Yuli, Tommy, dan Benny menjadi pemukanya. Mereka merasa perih melihat sikap kampus yang ‘diam’ pada kasus Lapindo. Mereka ingin kampus jadi pembela warga yang jadi korban. Wibawa dan popularitas ITS mustinya mampu berbuat lebih. Tak sekedar riset apalagi sekedar pendataan. Kampus itu semustinya bisa bersuara lantang dan memihak. Yuli, Tommy, dan Benny merasa sukar menerima sikap netral kampus ITS. Apalagi ada kecurigaan kampus mempermainkan korban.

Mustinya ITS beruntung masih punya mahasiswa yang kritis dan bernyali. Harusnya ITS bangga karena ada mahasiswa yang berontak. Atas sebuah situasi yang menyimpan ketidak-adilan. Terhadap kondisi sosial yang hingga kini tak mampu dibereskan. ITS melalui mereka diingatkan kembali tentang tanggung jawab Perguruan Tinggi. Bukan sekedar mengantar seseorang jadi sarjana melainkan juga punya mandat perubahan. Sayangnya ITS memilih untuk tidak bersikap seperti itu. Mereka beranggapan anak-anak belia yang pintar dan kritis ini patut dihukum. Mereka menganggap hukuman skorsing adalah balasan yang setimpal. Agak janggal: Menteri Komunikasi mantan Rektor ITS tampaknya tak bisa mengajarkan pada pewarisnya, ‘cara berkomunikasi’ yang baik.

Rektor baru yang titelnya berderet juga mengambil sikap yang sama. Ternyata benar kepintaran dan kematangan emosi tak bisa bersanding. Gelar Professor bukan memberi petunjuk tentang kearifan. Malah dengan gelar itu ketetapan skorsing tak bisa diubah. Agak menggelikan karena ITS sering menyelenggarakan training ESQ. Training yang digunakan untuk menyambut mahasiswa baru. Sebuah pelatihan yang mendidik orang untuk bisa tabah, sabar dan tawakal. Ternyata hasilnya adalah putusan kasar, naif dan emosional. Tak sedikitpun ada bekas keteduhan dan kematangan emosi. Jangankan itu: ratusan protes yang dikirim tak membuat putusan itu diubah. ITS konsisten untuk memegang ketetapan skorsing. Kampus ini ternyata menyimpan tekhnologi ‘ketidak-pedulian’ yang sempurna.

Mungkin mereka kurang membaca sejarah. Kisah tentang kampus-kampus ternama yang berisikan mahasiswa pemberani. Soal Che Guevara yang menjadi mahasiswa pencetus revolusi Kuba. Negeri yang hari ini dibangun tanpa hutang sepersenpun. Tentang Soekarno yang berani memprotes semua kebijakan kolonial. Amat keterlaluan kalau birokrat ITS tak kenal dengan nama ini. Kisah mengenai mahasiswa Trisakti yang gugur untuk perubahan. Karena tangan mereka-lah Rektor ITS kini menjabat menteri. Melalui siraman darah para aktivis mahasiswa kampus ITS mendapat porsi kekuasaan. Hukuman untuk Yuli, Tommy maupun Benny membawa ITS meluncur mundur. Kampus ini mengulang kembali apa yang dikutuk oleh Sjahrir, Hatta maupun Soekarno. Kampus hanya jadi penyimpan tenaga budak dan tempat yang sunyi dari pergerakan. Andai kampus hidup dengan mesin ketaatan maka lingkungan kampus akan mirip seperti makam.

Tempat dimana mahasiswanya kian lama kian mirip satu sama lain. Belajar terlampau rajin. Kuliah tanpa mengenal kenyataan. Tembok dan bangunan megah hanya seperti sebuah arca. Karena yang menghuni bukan lagi manusia. Pribadi yang semustinya memiliki kepekaan, akal sehat dan solidaritas. Yang tertinggal hanya pribadi yang susah menerima kritik, perbedaan apalagi tuntutan akan tanggung jawab sosial. Pertanyaan yang kemudian terlontar: untuk apa kampus ini terus berjalan? Untuk kegunaan apa kampus ini dibangun secara megah? Jika derita rakyat tidak mampu didengar apalagi dibela. Jika tiga orang mahasiswa yang mengkritik kemudian dihardik dengan hukuman? Saya kadang heran mengapa kampus ini jadi bertindak tidak senonoh.

Tahukah kampus ini tentang Bung Tomo. Pria muda radikal yang mengobarkan revolusi Surabaya. Usianya tak lebih 17 tahun. 12 Oktober 1945 ia mendirikan Radio Pemberontakan di Surabaya. Janjinya luar biasa: ‘rambutnya tak akan dipotong sebelum Indonesia merdeka penuh’. Melalui tangan dan ucapanya pertempuran 10 november jadi membara. Karena perjuangan ia dan beberapa kawanya, kampus ITS berdiri di Surabaya. Tommy, Yuli, Benny dan kawan-kawanya hendak meneruskan apa yang dilakukan oleh Bung Tomo. Meneguhkan sikap merdeka dan melawan segala ketidak-adilan. Sangat disayangkan ITS melayangkan surat hukuman pada ketiganya. Bung Tomo dulu berhadapan dengan NICA. Sekutu yang membonceng dan tak ingin Indonesia merdeka. Kini Tomy dan kawan-kawanya berhadapan dengan orang yang berkulit sawo matang. Pribumi. Bangsanya sendiri. Malah diantaranya adalah gurunya.

Sekali lagi, kita tak bisa diam. ITS mustinya diingatkan kembali akan mandatnya. ITS sebaiknya berkaca pada sejarah. Sejarah dimana pendidikan akan selalu bergulat dengan perubahan sosial. Sejarah dimana kampus tempat melatih dan lahirnya seorang pemimpin. Dan pemimpin muncul ketika dihadapkan pada kenyataan sosial yang pahit. Disana terletak dua pilihan: menjadi kekuatan yang berhamba pada modal atau jadi pembela korban. Tommy, Yuli Benny ingin menjadi yang terakhir. Sayang kampus tak melindungi moralitas yang agung ini. Kampus ITS nyatanya lebih memilih untuk menghukum suara keadilan ini. Kita yang ada di dalam maupun di luar tak boleh sekedar prihatin. Waktunya kita menyatakan perlawanan. Saatnya kita menyerukan apa yang dulu dikerjakan oleh Bung Tomo. Nyatakan tidak terhadap setiap pembungkaman nurani. Kepalkan tangan kita untuk menonjok siapapun yang mencoba mengakimi kebenaran. Sekali lagi: kita jangan diam! Di hadapan kebenaran tak ada sikap netral! []

Ditulis Oleh: Eko Prasetyo

Tulisan tersebut sebagai bentuk solidaritas atas ketidakadilan yang menimpa ketiga mahasiswa ITS (Tommy, Yuli, dan Benny) yang diskorsing selama 2 semester pasca menggelar seminar jalanan: Perselingkuhan Pemodal – Pemerintah – Kampus Dalam Kasus Semburan Lumpur Lapindo pada tanggal 6 Maret 2007 di depan Rektorat ITS

Eko Prasetyo adalah seorang pemerhati pendidikan, penulis beberapa buku seri dilarang miskin (Orang Miskin Dilarang Sekolah, Orang Sakit Dilarang Sekolah) dll

**Tulisan ini saya copy-paste untuk sekedar mengingatkan pada pihak birokrat dan Keluarga Mahasiswa ITS akan sebuah perjuangan dan pengorbanan. Dan untuk sahabatku yang sedang memperjuangkan kebenaran atas ketidakadilan pihak birokrasi (lagi). Semua untuk 1 kata : Idealisme! Yang tak boleh mati (lagi).